Penguatan Pendidikan Karakter Melalui Penerapan Kurikulum Muatan Lokal Di Kabupaten Aceh Tengah

Application Number and Date:EC00202183106, 22 Desember 2021

Creator

Full Name:Nazri Adlani, M. Pd

Copyright Holder

Full Name:IAIN Takengon
Citizenship:Indonesia
Type of Creation:Karya Tulis
Sub-Type of Creation:Laporan Penelitian
Registration Number:000308193
Title of Creation:Penguatan Pendidikan Karakter Melalui Penerapan Kurikulum Muatan Lokal Di Kabupaten Aceh Tengah

Date and Place Announced for the First Time
Date, City and Country:22 Desember 2021 di Takengon - Indonesia

Brief Description of Creation

Kurikulum muatan lokal di Aceh Tengah adalah kurikulum yang berisi kearifan lokal dari masyarakat Gayo, dapat berupa Budaya Gayo, Adat Istiadat, dan Seni Budaya, sehingga mampu melestarikan, mengembangkan dan mengkreasikannya. Penelitian ini membahas tentang Penguatan Pendidikan Karakter Melalui Penerapan Kurikulum Muatan Lokal Di Kabupaten Aceh Tengah. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengidentifikasi kurikulum muatan lokal yang terintegrasi dengan pendidikan karakter, persiapan dan pelaksanaan, serta faktor pendukung dan penghambat dari pelaksanaan penguatan pendidikan karakter melalui penerapan kurikulum muatan lokal di Kabupaten Aceh Tengah. Metode penelitian berupa kualitatif deskriptif dan analisis dari Miles dan Huberman. Intrumen yang digunakan berupa lembar wawancara, observasi, dan dokumentasi. Penelitian ini dilakukan di SD Negeri 1 Bebesen, SD Budi Darma, MIN 8 Aceh Tengah, dan MIS AL-Wasliyah. Hasil penelitian menunjukan bahwa secara keseluruhan penguatan pendidikan karakter dalam kurikulum muatan lokal di Aceh Tengah belum berjalan degan baik. Hal ini dilihat dari kegiatan kulikuler berupa guru mengajarkan bahasa gayo saja dan “Munomang Berume”. Sehingga menghasilkan pendidikan karakter berupa karakter gemar membaca, cinta tanah air (cinta bahasa daerah), dan komunikatif. Namun juga dilengkapi kegiatan ektrakurikuler seperti membuat kreatifitas kerawang gayo, tari tradisonal, masakan tradisional, budaya sumang, origami, dan pie kopi.

Persiapannya menurut Qanun Muatan Lokal No 2 Tahun 2019 masih belum sempurna karena pemerintah Aceh tidak menyiapkan pengajar khusus yang mengajarkan kurikulum muatan lokal. Pelaksanaan kurikulum muatan lokal menggunakan buku panduan muatan lokal belum ber-ISBN dan hanya mengajarkan bahasa gayo dari kelas 1-6SD/MI, serta buku Munomang Berume yang sudah ber-ISBN diajarkan dari kelas 3-5SD. Jam khusus diberikan oleh sekolah selama 2 jam perhari. Hanya saja selama pandemi covid ini pelajaran muatan lokal tidak berjalan. Strategi pembelajaran yang dilakukan guru kurang kreatif dan inovatif. Hasil pembelajaran juga telah dituangkan dalam rapot dan ijazah. Faktor pendukung menjadi faktor penghambat sekaligus, dikarenakan tidak sempurna dalam pelaksanaanya. Faktor penghambat tersebut yaitu kurangnya buku tambahan pelengkap muatan lokal di sekolah, kurangnya materi di dalam buku muatan lokal yang disediakan oleh pemerintah Aceh Tengah, tidak adanya guru mulok khusus yang menguasai budaya gayo di sekolah, adanya pengurangan jam pelajaran muatan lokal selama pandemi Covid, kegiatan ektrakurikuler ditiadakan selama pandemi, dan kurangnya kreatifitas guru dalam mengjar secara online dalam kurikulum muatan lokal.

Certificate

File NamePDF
sertifikat_EC00202183106.pdf